Sebelumnya, yang Saya harapkan sebenarnya hanyalah agar dia bisa menjadi satu hadiah untuk Saya dan kedua orangtua Saya. Saya pikir orangtua Saya akan senang jika Saya memperlihatkan dia nanti, sebagaimana Saya yang juga begitu senang ketika melihat dia. Sebuah hadiah yang manis, yang bisa melengkapi hidup Saya dan menentramkan hati kedua orangtua Saya kelak, ketika mereka berdua pada akhirnya dipanggil oleh Tuhan. Akan tetapi kenyataan berkata lain. Cinta, memang tidak bisa dipaksakan.
Entah apa yang sedang Anda rencanakan untuk Saya kali ini, tapi Saya benar-benar sudah tidak kuat lagi. Rasa cinta ini sudah terlanjur mengendap dalam dada, dan kini Saya tidak tahu bagaimana cara menghilangkan itu semua. Rasanya sakit… sakit sekali. Setiap hari Saya merasa ingin mati, ingin lari dari kenyataan, lari dari kampus ini. Menjauh dari dia. Tapi Saya tidak bisa. Saya masih berada dalam posisi berkuliah. Selain itu, uang yang Saya gunakan ini juga adalah uang milik orangtua Saya, dan Saya sudah mantap ingin membanggakan kedua orangtua Saya dengan jalan ini.
Ketika awal-awal Saya masuk ke kampus ini, Saya merasa tidak memiliki tujuan apa-apa kecuali berusaha untuk belajar saja dengan baik agar kelak Saya bisa lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan dan oleh karena itu dapat hidup lebih makmur, untuk memperbaiki nasib dan meningkatkan derajat kedua orangtua Saya. Hingga pada akhirnya dia muncul dan singgah di dalam hati Saya. Pada saat itu Saya merasa mata Saya tiba-tiba saja terbuka, Saya merasa telah mendapatkan tujuan hidup baru. Saya merasa memiliki alasan yang kuat untuk melakukan ini semua. Saya bahkan sempat memutuskan untuk mencari pekerjaan di Tegal kelak, apabila Saya sudah lulus. Tapi rencana itu sepertinya akan Saya batalkan karena trauma. Begitu pula dengan rencana-rencana yang lain yang tidak sanggup Saya ungkapkan di sini. Dan jika rasa sakit ini masih saja mengganggu aktivitas Saya di kampus, maka hancurlah semua pengorbanan, rencana dan cita-cita yang sudah berhasil Saya pasrahkan kepada Anda.
Saya ingin bersabar ya Allah. Saya ingin bisa bersabar, karena kini hanya Anda saja yang bisa Saya cintai dan bersedia untuk membalas cinta Saya. Tuhan, Saya harus bagaimana? Saya masih menunggu jawaban atas semua yang terjadi. Mulai malam ini. Sampai kapan semua ini akan berakhir? Untuk apa semua ini terjadi ya Allah?
Kuatkanlah Saya ya Allah… Hindarkanlah Saya dari segala penglihatan, pendengaran, pertemuan dan peristiwa yang dapat makin merobek-robek hati Saya. Saya tidak sanggup melakukan semua ini sendiri. Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk benar-benar bisa lepas dari dia. Saya pasrah ya Allah… Bantulah Saya untuk melupakan dia…
Dan jika memang hanya ini saja yang dapat membuat Saya bisa perlahan-lahan kembali ke posisi yang sama seperti sebelum Saya bertemu dengan dia, maka butakanlah mata Saya hanya untuk dia seorang ya Allah… Tulikanlah pendengaran Saya hanya untuk dia seorang ya Allah… Saya tidak keberatan, selama Anda masih tetap berada di sisi Saya…
15 Mei 2015
5 Komentar
Bayu
Sejak dahulu beginilah cinta, deritanya tiada pernah berakhir.
Jangan diinget mas. Semakin di inget semakin sakit.
Emang yang pasti klo di keadaan seperti itu pasti bawaan inget terus, apalagi klo pagi2 abis bangun tidur pasti ingetnya orang yang itu lagi. Yang harus dilakuin buat sedikit meredam mungkin bisa dengan berkegiatan lebig banyak mas, seperti nulis tutorial blog lagi yang banyak. Hehe biar ga terlalu keingetan. Atau mungkin maen ke suatu tempat yang bernuansa alam. Mungkin bisa sedikit meredakan perasaan.
Maennya jangan sendirian klo bisa ngajak temen biar rame.
Rifan Hidayat
Pertama emang begitu mas, tapi lama kelamaan akan lupa dengan sendirinya juga,
agar sembuh carilah wanita pengganti mas, jangan menyerah hidup memang keras, hehe
maaf bukan maksud menceramahi cuma memberi motivasi saja agar mas taufik tidak menyerah, ingat kata yang ada di karate kid mas
hidup memang bisa menumbangkan kita, tapi selalu ada pilihan untuk bangkit atau tetap tumbang,
aku juga pernah mengalaminya kok mas, tapi setelah aku dapat penggantinya yang jauh lebih baik, rasa sakit ini mulai hilang dengan sendirinya.
Salim
Yang penting kita-kita ini fokus dulu dengan apa yang kita perjuangkan sesuai tujuan awal. Berdoa dan giat berusaha. Pencapaian kita harus sesuai seperti target awal kita. Soal jodoh; jika hati sudah terpaut, doakan untuk kebaikan bersama; percaya saja bahwa kita semua akan mendapatkan jodoh terbaik. Jika memang dia jodoh kita, kita akan punya kesempatan terbaik untuk menjemputnya kelak saat kita sudah mapan dengan pencapaian kita..
Berbagi prinsip Mas, semoga mengurangi beban hati dan pikiran..
Muhamad Hanafi
Kadang memang harus merasakan itu semua.
ferry
Apa yg sampean alami sy pernah merasakannya, ketika hal tersebut terjadi kepada sy rasanya duinia ini sempit seperti tdk ada wanita lagi yg akan sy cintai ketika itu hampir 3 tahun sy teroma dengan perempuan akibat sakit hati itu, hingga akhirnya sy bertemu dengan salah seorang kawan, dia berkata "mungkim wanita itu yg terbaik menurut kamu ferr " katanya tapi perlu kamu ketahui bahwa allah itu sangat tauh yg tetbaik buat kamu melebihi tahunya kamu akan masa depanmu jadi lupakan dia karna dia bukan yg terbaik untuk kamu menurut tuhan kata dia" kami bersahabat belum lama ketika itu tapi jawaban dari semua penderitaan sy selama hampir tiga tahun itu terjawab sudah dia juga berkata "akan sda wanita yg terbaik yg akan tuhan tunjukan lpda kamu dan wanita itu juga yg tebaik menurut kamu karna dia akan memenuhi semua yg kamu inginkan" dan allhamdulillah kata-katanya itu benar wanita itu sekarang menjadi pendamping sy dia selalu ada dalam suka maupun duka dia lbih segala galanya dari wanita yg sy idam idamkan itu, semoga cerita cinta sy dimasalalu bisa menjadi insfirasi buat sampean mas dan sampean bisa move on dari kejadian itu... Tetap semangat dan terus positif think kink dengan jln hidup yg kita alami baik masalah asmara maupun masalah kehidupan sering kita dengar, kita baca bahwa hidup tetgantung perasangka kita jadi setiap kejadian yg menurut kita berat sebenarnya itu hanyalah ujian untuk kita neraih yg terbaik untuk kita karena allah lebih tahu yg terbaik untuk kita. Semoga bermanfaat
Mirip